Strategi Pemasaran Bank BCA

Strategi Pemasaran Bank BCA untuk Menjaring Nasabah
Strategi pemasaran Bank BCA merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam menawarkan berbagai produk jasa perbankan kepada konsumen atau calon nasabah. Perlu Anda ketahui bahwa Bank BCA merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang tahan banting.Pasalnya, sejak didirikan sekitar tahun 1957 hingga sekarang bank BCA telah mengalami beberapa kondisi yang cukup memprihatinkan. Sebagian dari Anda tentu mengingat peristiwa krisis moneter yang menimpa Indonesia tahun 1997 silam. Krisis tersebut membuat hampir semua perbankan nasional nyaris gulung tikar alias bangkrut. Apa yang sebenarnya yang terjadi?

Pada saat itu, perekonomian Indonesia memang sedang terpuruk yang merupakan imbas dari perekonomian global. Kondisi krisis telah mempengaruhi aliran dana tunai di bagian internal BCA. Pasalnya, para nasabah beramai-ramai menarik dana mereka. Langsung melalui lokasi BCA terdekat di kota masing-masing atau antre berjam-jam di mesin ATM. Mungkin saat itu para nasabah sangat khawatir dana yang tersimpan di BCA menjadi ‘tumbal’ krisis ekonomi yang melanda Indonesia. sekejap itulah, BCA nyaris kolaps. Akhirnya, pemerintah turun tangan untuk menyelamatkan BCA.

Strategi pemasaran Bank BCA saat melawan krisis
Secara mengejutkan, BCA menjadi salah satu bank yang cepat pulih setelah terkena goncangan krisis ekonomi dan finansial. Ada beberapa langkah yang dilakukan BCA untuk memulihkan kondisinya pasca krisis. Langkah-langkah tersebut dipakai sebagai antisipasi agar BCA tetap bertahan di tengah dunia perbankan yang melesu. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan secara global kondisi perbankan seperti itu.

Langkah pertama strategi pemasaran Bank BCA, yaitu terlebih dahulu memperbaiki kondisi internalnya. Pasalnya, kondisi dana di salah satu bank terbesar itu sangat minim. Di bank apapun, ketersediaan dana dari nasabah menjadi jaminan kehidupan bank tersebut. Oleh karena itu, BCA mencoba menarik dana lagi dari nasabah yang dulu pernah menarik seluruh dananya karena krisis ekonomi. Caranya dengan memberikan jaminan aman bagi dana yang tersimpan di BCA.

Langkah kedua, memastikan kepada nasabah bahwa BCA masih sehat. Untuk meyakinkan hal seperti itu, semua jajaran dari tingkat atas hingha karyawan BCA yang masih tersisa bekerja keras. Mereka secara bertahap menghubungi para nasabah untuk membujuk mereka agar mau menyimpan dananya kembali ke BCA. Hasilnya luar biasa dikarenakan tidak sedikit nasabah yang akhirnya mau menyimpan dananya ke BCA. Langkah itu membuat BCA dapat bernapas dengan lega dan kondisi perbankan secara nasional juga mulai membaik.

Langkah ketiga, menawarkan berbagai produk yang terjamin kepada nasabah. Untuk mengikat para nasabah yang telah mempercayakan dana miliknya kepada BCA, pihak bank menawarkan beragam produk terbaru yang sudah terjamin. Artinya, nasabah yang mengikuti salah satu produk yang ditawarkan, dananya dijamin oleh BCA tidak akan hilang. Dengan begitu, peristiwa rush seperti tahun 1997 tidak terulang kembali.

Penawaran produk sebagai strategi pemasaran BCA
Hingga saat ini beragam penawaran produk ditawarkan kepada nasabah maupun calon nasabah. Nasabah adalah mereka yang sudah setia menyimpan dana miliknya di BCA. Pihak bank secara teratur menawarkan beberapa produk unggulan mereka kepada nasabah. Tujuannya, yaitu agar nasabah tetap bertahan hingga lama menjadi partner dalam berbisnis perbankan. Sementara itu, calon nasabah merupakan orang-orang yang belum menjadi nasabah resmi BCA, pihak bank dapat menjaring mereka dengan menawarkan berbagai produk unggulan perbankan. Tujuannya, yaitu agar calon nasabah mendaftar secara resmi dan menjadi nasabah BCA.

Beberapa produk yang dihasilkan BCA, antara lain sebagai berikut. BCA mobile sebagai layanan akses perbankan elektronik m-BCA. Ada juga klik BCA merupakan layanan perbankan melalui gadget, seperti smartphone atau tablet. Selain itu, BCA sudah lama memanfaatkan layanan ATM sebagai salah satu produk unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia. nasabah dapat memanfaatkan layanan dalam mesin ATM untuk berbagai keperluan, seperti tarik tunai, transfer, membayar tagihan telepon, listrik, air, juga dapat dipakai untuk mengisi ulang pulsa.

Semua produk tersebut dipromosikan secara besar-besaran oleh BCA lewat berbagai media, seperti media cetak, elektronik, hingga online. Dengan strategi promosi seperti itu, BCA akan dapat menjaring nasabah lebih banyak lagi. Dengan begitu, bank konvensional ini ke depan akan selalu menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dengan berbekal strategi pemasaran Bank BCA.

Slide1
Slide1