Mengelola Manajemen Risiko pada Bisnis Perbankan

Apakah perusahaan perankan juga membutuhkan manajemen risiko untuk pertumbuhannya? Tentu saja bukan hanya perusahaan perbankan yang membutuhkan manajemen terhadap risiko usaha, namun hampir semua bentuk usaha juga membutuhkan majemen ini.

Manajemen risiko merupakan pendekatan terstruktur yang digunakan untuk pengelolaan ketidakpastian yang berhubungan dengan hambatan, ancaman dalam hubungannya dengan pengelolaan usaha.

Manajemen risiko ini meliputi penilaian terhadap risiko, bagaimana pengembangan strategi yang tepat untuk menjalankan usaha dan juga mecegah risiko dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada seefektif mungkin. Pada perusahaan perbankan, manajemen risiko ini meliputi manajemen risiko kredit, manajemen risiko pasar, risiko operasional dan risiko liquiditas.

Kredit yang diberikan kepada masyarakat bukan berarti aman-aman saja, namun banyak juga perusahaan perbankan yang mengalami masalah apda kredit yang dikucurkan pada nasabahnya. Namun, risiko juga bisa terjadi dari bank yang meminjam dana dari pihak lain.

Risiko kredit merupakan suatu risiko yang bisa dialami oleh bank peminjam yang gagal dalam pemenuhan kewajibannya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan. Manajemen risiko ini bertujuan untuk memaksimalkan pengembalian kepada bank pemberi pinjaman.

Dengan cara menjaga risiko pengucuran kredit agar bisa berada di parameter yang benar dan sesuai ketentuan, maka pengembalian pada bank bisa dilakukan nasabah dengan mudah. Pinjaman merupakah hal yang paling berisiko pada bank, tapi sumber risiko pun tak hanya pada pinjaman.

Ada cukup banyak sumber risiko yang bisa dialami oleh bank seperti halnya risiko pembukuan , risiko kegiatan operasional, dan beberapa risiko lain yang sering dialami oleh perusahaan perbankan. Untuk risiko kredit pada perbankan, hal ini bisa semakin meningkat pada berbagai komponen keuangan baik itu pinjaman maupun penerimaan.

Risiko perbankan pun juga bisa terjadi pada transaksi valas, pembiayaan perdagangan, transaksi antar bank dan juga masalah jaminan. Peraturan perbankan tentang risiko kecukupan modal adalah dengan mengetahui besarnya modal minimum yang ditetapkan sebesar 8% dari risiko ase tunggu pada perusasahaan perbankan. Manajemen risiko lain yang juga harus dipertimbangkan oleh pihatk perbankan adalah manajemen risiko pasar.

Manajemen risiko pasar ini merupakan suatu risiko yang dihadapi bank pada tingkat risiko kegiatan perdagangan yang dilakukan dan juga risiko necara yang dimiliki. Risiko pasar ini meliputi risiko valuta asing dan risiko suku bunga.

Risiko suku bunga yang dihadapi oleh bank biasanya merupakan risiko berupa efek negatif yang terjadi pada hasil keuangan dan juga modal bank karena perubahan suku bunga. Tujuan dari manajemen risiko yang dilakukan oleh bank adalah untuk memberikan kepastian tentang mekanisme arus kas yang semakin besar yang sesuai dengan aset dan juga kewajiban pihak bank kepada pihak lainnya. Risiko suku bunga ini bisa berupa risiko suku bunga naik.

Namun, bank juga bisa mengalami risiko lain berupa harga yang tidak sesuai sehingga menyebabkan bank melakukan perubahan bentuk kurva hasil dan juga melakukan perubahan kemiringan.

Risiko dasar pada perbankan bisa juga berupa tingkat bunga untuk aktiva maupun kewajiban yang bisa berubah dalam ukuran yang berbeda-beda. Risiko dasar ini terjadi karena adanya hubungan yang tidak seimbang atara tarif yang diterima dnegan tarif yang dbayarkan pada komponen yang berbeda. Risiko operasional dalam perbankan merupakan risiko kerugian karena kegagalan proses internal perusahaan baik oleh orang maupun sistem.

Dan perbankan pun tidak boleh lengah dari masalah risiko liquiditas, risiko likuiditas merupakan ketidaksanggupan bank untuk memenuhi kewajiban karena bank tidak bisa menarik dana dari nasabah, tidak bisa menghasilkan peningkatan aset dan juga melakukan komitmen kredit yang tepat.

Untuk itu, sebagai tindakan mencegah risiko liquiditas, bank harus melakukan terus melakukan pemantauan pada tingkat posisi liquiditas jangka panjang secara terus-menerus.

Manajemen risiko perbankan yang baik dan efektif akan meningkatkan pertumbuhan bank yang bersangkutan. Apabila bank bisa menjalankan manajemen yang baik tentu semua kegiatan bisa dijalankan dengan baik. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan juga pengingkatan income bank. Semua pekerjaan pasti ada risikonya demikian juga pda bank, semua risiko tersebut bisa dihindari dengan manajemen risiko bank yang tepat.

Slide1
Slide1