Bagaimana Cara Efektif untuk Menurunkan NPL atau Non Performing Loan?

Dalam dunia perbankan dikenal berbagai macam istilah dan istilah tersebut memang berhubungan satu sama lain. Salah satu istilah yang menjadi banyak pertimbangan dan perlu dihindari bank adalah Non Performing Loan.

NPL merupakan kredit bermasalah, kredit bermasalah ini merupakan suatu keadanaan nasabah yang tidak mampu lagi membayar kewajibannya kepada bank baik sebagian maupun seluruh kewajiban sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Masalah NPL ini sebenarnya bukanlah hal yang aneh dalam dunia perbankan, sekalipun bank sudah menerapkan prinsip yang tepat untuk mengucurkan dana kepada masyarakat atau nasabah, namun masalah ini tetap saja bisa terjadi.

Yang digolongkan menjadi kredit bermasalah atau NPL diantaranya adalah kredit kurang lancar, diragukan dan kredit macet. Bank memang harus mengelompokkan kualitas kredit yang dimilikinya, hal ini akan kualitas kredit yang produktif bisa diamati dengan mudah. NPL adalah suatu rasio keuangan yang bisa digunakan untuk menilai likuiditas bank terhadap dana pihak ketiga.

Bank harus membuat NPL-nya semakin rendah agar pihak ketiga semakin percaya untuk mengucurkan dana, sementara pihak ketiga akan melihat rasio likuiditas pad abank tersebut dengan melihat tingkat NPL. NPL yang tinggi akan menyebabkan rasio likuiditas dana pihak ketiga semakin rendah.

Karena itu NPL sangat erat kaitannya dengan pihak ketiga.
Jika pihak ketiga sudah tidak mau lagi meberikan dana kepada bank, hal ini bisa terjadi karena tingkat NPL bank yang terlalu tinggi. Sebagian besar dana yang dikucurkan bank kepada nasabah adalah dana dari pihak ketiga tersebut. Jika NPL terlalu tinggi pastinya pihak ketiga juga akan merugi. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan tingginya NPL pada suatu bank baik itu datang dari faktor intern dan juga datang dari faktor ekstern.

Faktor intern NPL
NPL sering terjadi karena faktor intern dari bank itu sendiri, adanya pembiayaan kredit yang cukup besar dari pihak bank, hal ini sering menimbulkan ketidaktelitian dalam menganalisa calon debitur tersebut. Padahal analisa pengajuan kredit sangat penting untuk mengetahui apakah calon debitur tersebut benar-benar bisa membayar kewajibannya pada bank ataukah tidak.

Pencairan dana kepada nasabah yang terlalu besar dipengaruhi oleh adanya komisi ataupun hadiah yang diberikan pihak bank kepada staff yang bisa mencairkan dana lebih besar.

Jumlah pemberian kredit yang terlalu berlebihan dan melampaui batas yang ditentukan, hal ini akan memicu timbulnya NPL. Seharusnya pihak bank memiliki pengetahuan yang baik untuk mendeteksi timbulnya kredit bermasalah.

Lemahnya pengawasan pihak bank tersebut sangat besar kaitannya dengan penyebab NPL. Selain faktor intern bank, NPL juga bisa ditimbulkan oleh faktor luar atau ekstern. Faktor luar tersebut diantaranya adalah terjadinya inflasi dan pengaruh kurs mata uang asing.

Persaingan usaha juga bisa menyebabkan timbulkan kemacetan atau NPL yang tinggi, karena bank ingin mendapatkan jumlah nasabah yang cukup banyak dan juga ingin mendapatkan keuntungan yang besar, mereka menggucurkan dana yang terlalu besar.

Tiga tingkatan NPL yang harus diselesaikan oleh bank yaitu kredit kurang lancar, diragukan dan kredit macet, beberapa tingkatan tersebut bisa diselesaikan dengan cara yang berbeda.

Jika masih dalam kredit kurang lancar, hal ini bisa selesaikan dengan cara menagih kepada nasabah bersangkutan, sebelumnya bisa melalui telpon ataupun surat pemberitahuan. Kredit yang diragukan, hal ini berada di tengah-tengah masalah kredit yang serius.

Bank bisa menyelesaikan kredit diragukan ini dengan mendatangi langsung nasabah yang bersangkutan, dalam hal ini pihak nasabah dan bank bisa melakukan perjanjian tertulis dimana nasabah akan melunasi tunggakan kepada bank pada waktu yang telah ditentukan.

Jika NPL sudah mencapai kredit macet, hal ini perlu dilakukan tindakan yang tegas, pada kasus ini maka bank bisa melakukan tindakan penyitaan harga pribadi nasabah sebesar pinjamannya pada bank. Dengan cara demikian maka bank tidak akan dirugikan. Jika NPL memang tidak bisa diselesaikan karena harta nasabah tidak mencukupi dan nasabah kabur, hal ini bisa dilakukan penghapusan kredit. Proses penghapusan kredit menjadi bagian dari penyelesaian NPL namun harus melalui prosedur yang benar, penghapusan piutang nasabah tidak bisa dilakukan sembarangan.

Slide1
Slide1