Apa itu Net Interest Margin atau NIM dan Bagaimana Mengelola NIM?

Untuk menjalankan kegiatan operasional yang baik apda bank,pihak bank harus mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan dunia perbankan. Bank harus tanggap terhadap segala hal yang berkaitan dengan kegiatan bank dalam pengelolaan keuangan untuk disalurkan kepada nasabah kemudian bank mendapatkan bunga dari nasabah tersebut.

Selain itu, bank juga harus memperhatikan tentang dana pinjamannya dari pihak lain. Salah satu hal yang juga harus mendapat perhatian dari bank adalah Net Interest Margin ( NIM). NIM adalah salah satu tindakan yang dilakukan oleh bank agar bank bisa menjadi lebih professional dan lebih baik dari sebelumnya.

Bank harus memperhatikan NIM, Nim tersebut merupakan suatu rasio yang dijadikan patokan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan bank untuk mnegelola seluruh aktiva produktifnya agar bisa menghasilkan penghasilan netto yang lebih tinggi.

Penghasilan netto tersebut bisa didapatkan melalui pengurangan penghasilan bruto atau penghasilan kotor dengan beban bunga dalam satu bulan. Dengan adanya NIM ini maka bank bisa menghindari berbagai masalah yang ditimbulkan.

Permasalahan di bank memang bukan hanya satu atau dua masalah saja, namun banyak masalah yang bisa terjadi pada bank jika pihak bank tidak mau tau tentang analisa ini. Jadi, sudah sepantasnya jika bank juga harus mengetahui bagaimana perhitungan NIM yang tepat agar bisa menghindari permasalahan.

Rasio ini berbanding lurus dengan pendapatan bunga yang diterima oleh bank. Semakin besar pendapatan bunga yang diterima bank maka semakin besar rasio atau NIM bank tersebut, hal ini menandakan bahwa bank bisa bekerja dengan baik untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

Rasio yang tinggi akan membuat bank mudah menghindari berbagai permasalahan seputar perbankan.

Untuk mendapatkan posisi yang aman dalam persaingan pasar yang semakin ketat tersebut, bank juga harus memiliki sumber daya manusia yang handal dan juga pengelolaan manajemen yang baik atas kinerja dan juga operasional menyeluruh dari bank bersangkutan. Rasio tidak akan tinggi jika bank tidak bisa mengelola perusahaannya dengan baik.

NIM digunakan untuk membedakan antara bunga pendapatan yang diterima bank dan jumlah bunga yang harus diberikan kepada pihak pemberi dana. NIM ini tidak hanya menjadi tolok ukur perhitungan pada bank namun hampir smeua lembaga keuangan juga menggunakan cara ini.

NIM = Aktiva produktif x 100% pendapatan bunga bersih
Dari rumus perhitungan di atas, jelas bahwa aktiva produktif sangat berpengaruh terhadap tingginya NIM yang dimiliki oleh bank. Masing-masing bank di Indonesia akan meiliki NIM yang bebreda, hal ini karena besarnya nilai aktiva produktif pada satu bank dengan bank lainnya berbeda. Selain itu pendapatan bunga bersih memang sangat menentukan besarnya NIM. Pendapatan bunga yang tinggi bisa didapatkan bank ketika bank bisa menyalurkan dana lebih banyak kepada masyarakat tanpa menimbulkan kemacetan.

Pendapatan bunga tersebut dipengaruhi terhadap besarnya pinjaman atau dana yang dicairkan bank kepada nasabah dan tingkat suku bunganya. Tingkat suku bunga yang tinggi akan menimbulkan penghasilan bunga yang tinggi juga demikian sebaliknya. Namun pendapatan bunga pun juga dipengaruhi oleh beban bunga yang harus ditanggung oleh pihak bank. Sat suku bunga berubah,hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan bunga dan juga biaya bunga. NIM pun juga akan berubah seiring ddengan perubahan tingkat suku bunga dan juga beban bunga.

Dengan menggunakan NIM tersebut maka bank bisa melakukan evaluasi dengan baik terhadap pengelolan resiko yang bisa terjadi karena suku bunga.

Dengan NIM bank akan mudah menjalankan operasional yang sehat dan juga bisa dengan mudah mengelola aktiva produktifnya. Pencairan dana dari pihak ketiga memang cukup membantu bank untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, namun bank pun juga harus memperhatikan berapa besar bunga yang harus dibayar kepada pihak ketiga tersebut.

Beban bunga yang semakin besar akan mengurangi pendapatan bunga, NIM pun juga akan berpengaruh ketika beban bunga yang dibebankan oleh pemberi dana semakin besar. Hal inilah yang harus diperhatikan bank saat mendapatkan penawaran dana dari pihak lain, bank harus mempertimbangkan besarnya bunga yang dibayarkan kepada mereka.

Slide1
Slide1