Peran Debt Collector dalam Penagihan Kredit Macet

Mengetahui Lebih Dalam Peran Debt Collector dalam Penagihan Kredit Macet
Peran Debt Collector dalam penagihan kredit macet memang dianggap dapat menyelesaikan masalah dengan cepat dan efisien. Oleh karena itu, tidak sedikit perbankan dan perusahaan pemegang kartu kredit yang menggunakan jasa mereka.

Namun, mindset atau pendangan masyarakat mengenai Debt Collector sudah terlanjur negatif. Masyarakat tentu melihat seorang Debt Collector kerjanya hanya menguber-uber nasabah atau konsumen yang berhutang atau menunggak taguhan kartu kreditnya. Pandangan seperti itu memang tidak sepenuhnya salah. Hal itu dikarenakan banyak kejadian atau kasus yang mungkin juga dialami oleh Anda sendiri saat berurusan dengan Debt Collector.

Mengapa perlu menggunakan jasa Debt Collector?
Ada beberapa alasan sebuah perusahaan tertentu menggunakan peran Debt Collector dalam penagihan kredit macet. Jasa tersebut dapat disewa sesuai kontrak yang disepakati bersama atau perusahaan tersebut yang memiliki salah satu divisi Debt Collector. Pasalnya, tidak semua perusahaan memakai Debt Collector untuk melakukan penagihan-penagihan dari konsumen yang menunggak. Mereka biasanya mengandalkan divisi marketing yang berfungsi ganda, yaitu memasarkan produk yang ditawarkan sekaligus menagih penunggakan pembayaran dari konsumen.
Salah satu bidang perusahaan yang hampir seluruhnya menggunakan Debt Collector, yaitu perusahaan kartu kredit. Beberapa alasan perusahaan menggunakan peran Debt Collector dalam penagihan kredit macet, antara lain sebagai berikut.

Pertama, perlunya penanganan khusus bagi nasabah kartu kredit yang menunggak. Tidak semua nasabah kartu kredit berperilaku negatif, yaitu terlalu lama menunggak tagihan kartu kreditnya yang sudah tidak bisa ditolerir. Masih banyak nasabah yang membayar tagihan tepat waktu.

Oleh karena itu, perusahaan hanya memakai jasa Debt Collector untuk nasabah-nasabah yang ‘nakal’ saja. Mereka menggunakan jasa seperti itu karena nasabah sudah dicari atau sering berpindah-pindah tempat. Selain itu, nasabah tidak memiliki keluarga dekat yang bisa dihubungi, sehingga benar-benar sulit melacaknya. Salah satu tugas Debt Collector, yaitu melacak sang nasabah itu. Setelah ditemukan, baru menagih semua tunggakan biaya kartu kredit. Kerja seperti itu memang sulit, tetpi mudah bagi orang-orang yang sudah terbiasa bergaul di jalan, sehingga mengetahui seluk beluk berbagai kondisi di lapangan. Jadi, Debt Collector bisa disebut tracker atau pelacak juga.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Kedua, sarana penegakan hukum yang lamban. Sebuah perusahaan pemegang kartu kredit sebenarnya bisa mengandalkan para pegak hukum (polisi) untuk menangani nasabah yang ‘nakal’ seperti itu. Pasalnya, permasalahan ini dapat dijerat dengan undang-undang perdata dalam jual beli. Nasabah seperti itu dapat dilaporkan ke kantor polisi. Namun kenyataannya, proses penanganannya terlalu lamban, sehingga hanya menghasbiskan waktu untuk menunggu, tetapi hasilnya nihil. Oleh karena itu, perusahaan lebih memilih memakai jasa Debt Collector. Mereka dapat bekerja secara efektif, cepat, tidak mengulur-ulur waktu, dan yang terpenting tunggakan tagihan dapat dibayar oleh nasabah.

Ketiga, mendapat payung hukum dari Bank Indonesia. Perlu Anda ketahui bahwa hingga tahun 2005 belum ada aturan yang jelas tentang cara penagihan tunggakan pembayaran oleh Debt Collector. Namun saat ini, Bank Indonesia melalui Lembaga Mediasi Perbankan secara tidak langsung telah memberikan lampu hijau kepada jasa Debt Collector. Namun demikian, jasa penagihan harus sesuai dengan batasan-batasan yang sudah ditetapkan dan tidak diperbolehkan melanggar hukum. Hal itu dapat dipelajari sepenuhnya dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006. Selain itu, Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 tentang perubahan atas Peraturan Bank indinesia nomor 8/5/PBI/2006 mengenai Mediasi Perbankan.

Menyewa jasa Debt Collector yang profesional
Untuk menyewa seorang atau kelompok Debt Collector, sebuah perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu sistem kerja mereka. Selain itu, ketahui juga sumber daya manusia yang bekerja dalam kelompok tersebut. Jangan sampai salah memilih karena hanya akan merugikan perusahaan yang telah menyewa jasa tersebut.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang menyewa jasa Debt Collector yang ternyata di dalamnya hanya terdiri atas sekumpulan preman jalanan yang direkrut untuk menjadi Debt Collector. Mereka itu tidak segan-segan melanggar hukum atau melukai nasabah yang mereka kejar. Jika sang nasabah hingga berani melaporkan kerja Debt Collector tersebut ke kepolisian. Tidak menutup kemungkinan perusahaan yang menyewa jasa Debt Collector tersebut juga akan tersangkut di dalamnya. Oleh karena itu, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu secara tuntas peran Debt Collector dalam penagihan kredit macet.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!