Mengelola Efisiensi Operasi Bank

Mengelola efisiensi operasi bank bertujuan agar bank yang bersangkutan dapat berjalan leboh optimal dalam melayani para nasabahnya. Dengan efisiensi yang dilakukan, sebuah bank dapat meminimalisir angka pengeluaran, dan sebaliknya memaksimalkan angka pendapatan. Namun, tidak semua bank konvensional, syariah, dan daerah yang dapat melakukan seperti itu.

Pasalnya, mereka memiliki kekurangan di beberapa divisi, seperti sumber daya manusia yang belum siap dan terlatih. Akibatnya, efisiensi yang sudah direncanakan tidak kunjung datang, tetapi malahan pemborosan yang terjadi. Jangan sampai hal itu terjadi. Oleh karena itu, bank harus terus belajar dan membenahi di segala divisi yang dimiliki agar mengelola efisiensi operasi bank dapat terwujud.

Mengetahui beberapa faktor inefisiensi operasional bank
Tidak sedikit bank belum dapat melakukan efisiensi pada segi operasionalnya atau bisa disebut inefisiensi. Berikut beberapa faktor penyebab inefiensi pada bank-bank tersebut.

Pertama, struktur organisasi bank yang kegemukan. Dalam arti, jajaran organisasi dalam bank tersebut cukup melebar, sehingga dalam hal pembiayaan operasionalnya juga turut membengkak. Untuk menanggulanginya, jajaran manajemen bank harus dapat lebih merampingkan pada strutur organisasinya.

Kedua, komposisi unit bisnis dengan unit non bisnis kurang proporsional. Hal itu hanya akan menyebabkan pemborosan dalam operasional bank secara keseluruhan atau komprehensif.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Ketiga, penunjukan pejabat bank yang kurang tepat. Artinya, beberapa posisi strategis dalam bank harus diduduki oleh orang-orang yang sudah terbukti qualified. Dengan begitu, pejabat tersebut dapat memilih kebijakan strategis bagi perkembangan bank dengan tepat. Singkirkan praktik-praktik kolusi dan nepotisme dalam hal penunjukan posisi strategis seperti itu karena berkaitang dengan masa depan bank. HR management for banking business.

Keempat, kualitas sumber daya manusia yang di bawah rata-rata. Sebuah bank yang ingin berkembang dengan melakukan efisiensi operasionalnya membutuhkan orang-orang yang berkualitas. Mereka harus sudah siap saat berada di posisi tertentu dalam organisasi bank. Pelatihan dan pembelajaran rutin harus selalu dilakukan untuk sumber daya manusia tersebut. Dengan tujuan, mereka dapat mengelola efisiensi operasi bank dengan baik dan seperti yang diharapkan.

Kelima, pejabat bank yang sering melakukan kegiatan di luar pekerjaan, tetapi masih menggunakan fasilitas perusahaan. Hal itu hanya akan membuat pemborosan dalam pembiayaan operasionalnya. Jika terkait pekerjaan sehari-hari, tidak ada masalah menggunakan fasilitas perusahaan. Berbeda jika berkaitan dengan urusan pribadi, tetapi masih menggunakan fasilitas perusahaan, seperti mobil atau motor. Untuk menanggulanginya, pihak manajemen harus mengeluarkan kebijakan atau aturan yang berkaitan dengan hal tersebut, jika tidak mau mengalami pemborosan yang berlarut-larut.

Bagaimana cara mengatasi inefisiensi operasional bank tersebut?
Setelah diketahui beberapa faktor yang menyebabkan sebuah bank melakukan inefisiensi, kemudian dapat diambil langkah-langkah yang akan dipakai sebagai solusinya. Beberapa langkah yang harus diambil untuk mengelola efisiensi operasi bank, antara lain sebagai berikut.

Pertama, membuat struktur organisasi bank lebih ramping. Jika perlu, beberapa divisi yang setelah dievaluasi tidak begitu progess yang memuaskan, dapat digabung atau dimerger. Namun dampaknya sebuah bank dapat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada beberapa sumber daya manusia yang dianggap tidak efisien. Hal itu merupakan salah satu resiko atau imbas dalam mengambil langkah strategis ini.

Kedua, memperbaiki komposisi antara unit bisnis dengan unit non bisnis yang lebih ideal. Dengan cara, menyusutkan unit kerja non bisnis dan menambah jumlah unit kerja bisnis.

Ketiga, melakukan berbagai program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam operasional bank. Cara ini ditempuh dengan prinsip bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang paling berharga dalam sebuah perusahaan, tak terkecuali sebuah bank. Oleh karena itu, pihak bank harus selalu meningkatkan kualitas kerja pada para karyawannya tersebut.

Keempat, menunjuk orang-orang yang tepat dalam menduduki jabatan-jabatan strategis dalam sebuah bank. Oleh karena itu, pihak manajemen dan pemilik perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu kualitas dari orang-orang tersebut, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Caranya, yaitu dengan melakukan fit and proper test atau tes kemampuan dan kelayakan.

Kelima, jajaran manajemen harus membuat sebuah aturan atau regulasi internal yang khusus untuk para karyawannya tanpa pandang bulu. Kebijakan tersebut berkaitan dengan efisiensi yang dilakukan perusahaan. Dengan begitu, perilaku-perilaku yang dianggap inefisiensi dapat ditinggalkan. Itulah beberapa solusi untuk mengelola efisiensi operasi bank.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!