Manajemen Risiko Bank Syariah

Mengetahui Seluk Beluk Manajemen Risiko Bank Syariah
Sebelum anda mengetahui lebih jauh mengenai seluk beluk Manajemenr Risiko Bank Syariah, maka anda perlu mengetahui sebenarnya apa tujuan dari Manajemenr Risiko Bank Syariah itu. Tujuan dari manajemen risiko yang ada di Bank Syariah antara lain adalah untuk menyediakan berbagai informasi penting yang berhubungan dengan risiko pada pihak regulator, memberikan kepastian pada bank bahwa bank tersebut tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar, berfungsi untuk meminimalisir adanya kerugian yang mungkin terjadi dari berbagai risiko yang mungkin bersifat tidak terkontrol, digunakan sebagai alat untuk mengukur eksposur dan juga pemusatan dari risiko, dan juga untuk mengalokasikan besarnya modal dan juga untuk membatasi kemungkinan risiko yang terjadi.

Keunikan dari Bank Syariah
Dalam identifikasi risiko, Bank Syariah memiliki keunikan yang terdapat pada proses transaksi dan juga proses manajemen. Proses transaksi dari pembiayaan yang ada di Bank Syariah meliputi proses transaksi dari pembiayaan syariah, proses transaksi dari devisa dan juga proses transaksi yang melibatkan hasil dana dari pihak ketiga. Sedangkan pada proses manajemen, yang unik adalah sistem dan prosedur dari operasional akuntansi dan juga Chart of Account atau CoA. Selain juga pada proses manajemen ini terdapat juga sistem dan prosedur yang ada pada operasional di teknologi informasi, sistem dan juga prosesdur dalam operasional pengembangan dari produk, dan juga terdapat sistem prosedur dari operasional yang dilakukan saat tutup buku. Sumber daya manusia dalam Bank Syariah juga unik, karena spesifikasi dari kemampuan individu yang akan menjalankan Bank Syariah tersebut tidak hanya harus meliputi segala aspek yang ada dalam bidang perbankan dalam kapasitas umum tetapi juga harus mampu meliputi berbagai aspek aspek syariah.

Karakter Manajemen Risiko Bank Syariah
Penilaian risiko yang ada dalam Bank Syariah dapat dilihat secara nyata dari hubungan antara kemungkinan dan juga efek yang mungkin terjadi atau impact. Hal ini disebut juga sebagai qualitative approach. Dalam Bank Syariah Manajemenr Risiko Bank Syariah akan menggunakan juga sistem antisipasi risiko. Antisipasi risiko di dalam manajemen Bank Syariah memiliki tujuan antara lain adalah sebagai:

• Preventive, dimana terdapat persetujuan dan opini dari Bank Indonesia.
• Detective yaitu adanya pengawasan di dalam Bank Syariah yang meliputi aspek aspek antara lain adalah aspek perbankan yang diawasi dari Bank Indonesia dan juga aspek syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

• Recovery, hal ini berhubungan apabila terdapat kesalahan, maka koreksi yang dilakukan akan melibatkan Bank Indonesia dalam aspek perbankan dan juga akan mempertimbangkan aspek syariah oleh Dewan Pengawas Syariah.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Dalam memonitor aktifitas Manajemenr Risiko Bank Syariah, maka tidak hanya melibatkan manajemen dari Bank Syariah tersebut tetapi juga melibatkan peran dari Dewan Pengawas Syariah untuk mengoptimalkan Manajemenr Risiko Bank Syariah.

Jenis Jenis dari risiko
Terdapat beberapa jenis risiko yang ditangani dalam Manajemenr Risiko Bank Syariah, antara lain adalah.

Risiko pembiayaan
Risiko jenis ini terjadi akibat adanya kegagalan dari counter party untuk melengkapi kewajibannya sendiri. Di dalam sistem Bank Syariah, maka risiko pembiayaan akan meliputi hal hal seperti:

• Risiko terkait pembiayaan yang memiliki basis pada natural certainty contracts. Jenis risiko ini berfungsi untuk mengidentifikasi serta menganalisis adanya dampak yang terjadi dari keseluruhan risiko pada nasabah sehingga segala keputusan dari pembiayaan yang dapat diambil telah memperhitungkan risiko risiko tersebut. Untuk menilai jenis risiko ini, maka terdapat 2 aspek yang harus diperhatikan, antara lain adalah default risk, atau risiko kebankrutan dimana risiko ini terjadi di First Way Out. Selain itu aspek lain adalah recovery risk atau risiko jaminan yang merupakan risiko yang akan terjadi pada tahap Second Way Out.

• Risiko yang terkait pada pembiayaan untuk korporasi
Risiko ini berkaitan dengan analisis sales cost, profit, assets dan liabilities. Kemudian diperlukan juga analisis cash flow. Pada jenis ini, ada beberapa risiko tambahan yang perlu dipikirkan antara lain adalah risiko yang akan timbul akibat dari perubahan yang ada di kondisi bisnis dari nasabah ketika pembiayaan telah dicairkan, risiko yang akan timbul dari komitmen pihak kapital yang terlalu berlebihan dan juga risiko yang akan timbul karena akibat dari analisis bank yang lemah.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!