Cara Melakukan Analisa Kelayakan Kredit untuk Menurunkan Risiko Kredit Macet

Sebelum bank memberikan dana kepada masyarakat yang membutuhkan, bank harus menganalisa tersebut dulu tentang calon penerima dana tersebut.

Mengapa bank harus melakukan semua itu? Sistem pemberian pinjaman pada bank bukanlah sistem kepercayaan, bank harus memberikan pinjaman kepada nasabah jika bank sudah memiliki data yang real dan lengkap tentang mereka. Hal ini penting untuk menghindari berbagai resiko yang timbul dari kredit.

Analisa kelayakan kredit pun bisa menjadi hal yang sangat penting bagi bank untuk mencegah berbagai macam kemacetan dan resiko lain karena kredit. Jadi, sekalipun manajer bank yang meminjam dana di bank bersangkutan, dia pun juga harus dilakukan analisa kredit.

Analisa permohonan kredit berkaitan dengan calon debitur dan juga kadang adalah pelanggan setiap atau nasabah lama bank tersebut. Bank akan memberikan keistimewaan dan kemudahan bagi nasabah lama yang memang benar-benar memiliki karakter baik.

Tapi, bank bisa menolak pengajuan pinjaman seseorang sekalipun dia memiliki data pribadi yang lengkap.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Apa yang membuat bank menolak dan menerima pengajuan kredit dari calon debitur tersebut?

Tentu saja yang pertama kali dilakukan bank untuk memasarkan produk atau program kreditnya adalah dengan berpromosi pada masyarakat, dengan promosi tersebut bank mendapatkan calon debitur. Calon-calon debitur yang mengajukan pinjaman dalam jumlah tertentu tersebut akan dianalisa dan dipertimbangkan apakah layak menerima pinjaman daam jumlah tersebut ataukah tidak.

Yang berkewajiban untuk melakukan analisa kredit adalah bagian perugas lapangan atau Account Officer ( AO) dan Manager harus mengetahuinya.

Sekalipun analisa kelayakan kredit tersebut harus dilakukan oleh AO namun manajer harus mengetahui dan menyetujuai setiap pengajuan kredit yang diajukan calon debitur. Tanpa persetujuan manajer maka pengajuan kredit tidak bisa dicairkan. Langkah-langkah dalam analisa pengajuan kredit calon debitur memang tidak hanya satu dua kali namun ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh AO.

Berikut adalah beberapa langkah dalam menganalisis permohonan kredit:

1. Permohonan kredit oleh calon debitur
Pertama kali sebelum bank menganalisa dan memberikan kredit tentu saja adalah tentang permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur. Permohonan yang dilakukan oleh calon debitur bisa dengan cara datang langsung pada bank bersangkutan dan mengajukan pinjaman secara langsung. Sedangkan pihak bank akan mmberikan formulir yang harus diisi oleh calon debitur dan sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi pemohon pinjaman.

2. Pengumpulan berkas
Semua berkas dan biodata calon debitur dikumpulkan dan diteliti apakah ada yang masih kurang atau tidak. Berkas tersebut harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pihak bank.

3. Pengamatan jaminan
Jaminan juga menjadi bagian penting dari analisa kelayakan kredit, jaminan harus disesuaikan dengan besarnya pinjaman yang diajukan oleh calon nasabah. Bank harus mengetahui pasar terkini untuk menafsirkan harga jaminan jika dicairkan suatu saat ketika terjadi kemacetan kredit oleh nasabah tersebut. Jaminan yang umum diberikan kepada pihak bank diantaranya adalah BPKB kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil dan sertifikat tanah dan bangunan.

4. Tahap analisa kelayakan kredit
Untuk menganalisa kelayakan kredit yang diajukan calon debtur , ahap ini merupakan tahap pengamatan dan penelitian dengan tepat yang didasarkan pada prinsip 5C. Prinsip 5C yang diterapkan oleh bank tersebut bisa menjadi alat untuk pertimbangan kelayakan kredit calon nasabah.

Berikut beberapa prinsip analisa kelayakan kredit yang dilakukan bank:

• Character
Analisa ini adalah dengan melihat karakter calon nasabah, caranya adalah dengan mengumpulkan serangkaian informasi dari nasabah dan beberapa bank lain tentang perilaku calon debitur dan juga tentang ketertibannya dalam membayar kewajiban pada bank lain.

• Capital
Bank harus menganalisa modal yang dimiliki oleh calon debitur, apakah struktur modalnya bagus ataukah tidak.

• Capacity
Bank wajib menganalisa kemampuan calon debitur dalam membayar kewajibannya kepada pihak bank dengan cara mengetahui bagaimana dia memimpin perusahaa atau mengelola usahanya.

• Condition
Analisa ini meliputi analisa terhadap variabel makro perusahaan baik variabel regional, nasional maupun internasional.

• Collateral
Jaminan calon debitur yang tidak bisa menutup kemacetan calon debitur di masa depan, hal ini patut dipertimbangkan.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!