Apa itu NPL – Non Performing Loan

Apa itu NPL – Non Performing Loan
Apa Itu NPL- Non Performing Loan?, bagi orang awam tentu bingung apa itu NPL dan apa pengaruhnya terhadap bank. Nnon performing loan merupakan salah satu cara atau sebuah kunci bagi sebuah bank untuk menilai fungsi bank tersebut bekerja baik atau tidak.

Dengan NPL akan membuat bank dapat menilai berapa banyak modal yang dimiliki oleh bank tersebut. NPL berkaitan dengan kredit bermasalah, tidak semua bank memiliki nasabah yang rajin membayar kreditnya, namun ada juga nasabah yang terlambat membayar kreditnya, tidak hanya sebulan atau dua bulan namun sampai berbulan-bulan.

Semakin banyak angka rasio NPL pada sebuah bank bisa dipastikan bahwa ada yang salah sama fungsi kinerja bank tersebut, dampak negatif yang ditimbulkan pun semakin banyak. Sedangkan semakin kecil rasio persentasi dari sebuah NPL bisa dipastikan bahwa kinerja bank dan fungsi bank tersebut sudah bekerja dengan baik. Fungsi dasar sebuah bank adalah sama yaitu untuk menghubungkan antara kedua belah pihak, pihak pertama adalah pihak yang memiliki kelebihan dana dan ingin menyimpanm uangnya di bank sedangkan pihak kedua adalah pihak yang membutuhkan dana sehingga pihak tersebut mengajukan kredit atau pinjaman ke bank.

Nasabah yang mengajukan kredit dan pinjaman ke bank terdiri dari beberapa tipe, tipe pertama adalah nasabah yang rajin dalam membayar kreditnya sedangkan nasabah yang kedua adalah nasabah yang tidak rajin membayar kredit sehingga kreditnya macet.

Kredit yang macet inilah yang menyebabkan angka rasio persentase NPL meningkat drastis. Jika satu nasabah yang kreditnya macet sudah menambah persentase rasio dari angka NPL, lalu bagaimana jika kondisinya pada bank tersebut banyak nasabah yang kreditnya macet? tentu angka rasio persentasi NPL pada sebuah bank akan semakin meningkat dengan begitu bank akan gagal dalam menjalankan fungsinya.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Masalah Yang Ditimbulkan Akibat Tingginya NPL
Untuk lebih mengenal tentang apa Itu NPL- Non Performing Loan ada baiknya mengenal berbagai masalah akibat tingginya NPL akan membuat bank gagal dalam mengelola bisnis, selain modal yang dimiliki oleh bank berkurang, modal yang dikeluarkan bank untuk para nasabah yang bermasalah tidak bisa kembali lagi ke bank. Oleh sebab itu bank memerlukan cara-cara untuk memperkecil angka dari NPL. Berikut ini ada beberapa masalah yang ditimbulkan akibat tingginya angka NPL pada sebuah bank :

1. Masalah Likuiditas pada bank tersebut

Likuiditas adalah masalah dimana bank tidak mampu membayar pihak ketiga. Pihak ketiga disini dimaksudkan adalah pihak yang bekerja pada bank tersebut, dengan begitu bank akan terancam pengurangan pegawai dan karyawan yang bekerja di bank tersebut.

2. Rentabilitas

Rentabilitas merupakan masalah dimana utang yang telah dikeluarkan kepada nasabah yang bermasalah tidak dapat ditagih kembali. Hal ini dikarenakan nasabah selalu mangkir dari tagihan kredit kepada bank yang bersangkutan, atau nasabah sudah melarikan diri. Hal ini sering terjadi pada bank yang memiliki angka rasio NPL tinggi. Jika sudah begitu pihak bank akan merasa kesulitan dalam melakukan penagihan. Sehingga hutang pun tidak bisa kembali.

3. Solvabilitas

Masalah solvabilitas merupakan masalah bagi pihak intern bank. Masalah itu berupa modal yang ada di dalam bank tersebut berkurang dan bank akan kesulitan dalam melakukan fungsinya.
Selain ketiga masalah tersebut ada dampak lain yang akan menimpa pihak bank, yaitu berupa keuntungan yang menurun. Hal ini dikarenakan bank kehilangan pendapatan disamping bankj tersebut juga harus melakukan penyisihan kolektibulitas kredit.

Kredit Yang Dimasukkan Dalam Kriteria NPL
Berikut ini ada beberapa macam kredit yang bisa dikategorikan dalam NPL :

1. Kredit yang kurang lancar, kredit yang kurang lancar sudah termasuk digolongkan dalam NPL. Kredit kurang lancar dibagi menjadi lima kriteria, kriteria pertama adalah adanya tunggakan atau keterlambatan pembayaran angsuran pokok dan bunganya yang sudah melebihi batas pembayaran selama 90 hari. Kriteria yang kedua adalah terjadinya cerukan dan sering, kriteria ketiga adalah mutasi rekening lebih kecil atau rendah, kriteria keempat adalah adanya pelanggaran atas kontrak yang terdapat perjanjian dengan waktu lebih dari 90 hari dan yang terakhir adalah adanya masalah keuangan para debitur.

2. Kredit Yang Diragukan, hal ini meliputi dua kriteria yaitu kriteria pertama tunggakan angsuran pokok dan bunga yang sudah melebihi waktiu 180 hari, kriteria kedua adalah cerukan yang sifatnya permanen

3. Kredit macet

Jadi itulah beberapa macam krefit yang dapat dikategorikan dalam NPL dan mungkin artikel ini sudah cukup menjelaskan tentang apa Itu NPL- Non Performing Loan.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!