Apa itu BOPO atau Biaya Operasional Pendapatan Operasional Bank ?

Semua kegiatan operasional pastinya membutuhkan biaya, tanpa adanya biaya tidak mungkin kegiatan tersebut bisa dijalankan. Biaya operasional akan berhubungan dengan pendapatan operasional. Biaya Operasional Pendapatan Operasional ( BOPO) merupakan hal saling bekaitan dimana jika pendapatan lebih besar dari biaya operasional, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Jika perusahaan tidak bisa mengendalikan biaya operasionalnya hal ini akan berdampak buruk bagi perusahaan.

Dalam perbankan pun juga demikian, BOPO juga berpengaruh besar dalam mengukur tingkat efisiensi dan juga kemampuan bank dalam menjalanan kegiatan operasionalnya. Untuk itu bank harus melakukan perbandingan antara jumlah biaya operasional dan juga pendapatan operasonal yang diperolehnya.

Di perbankan, pendapatan operasional yang didapatkan adalah bunga dari nasabahnya sedangkan biaya operasionalnya adalah biaya bunga dari pihak ketiga.

Pendapatan bank ini akan jauh lebih baik jika biaya bunganya jauh lebih kecil,namun untuk mendapatkan biaya bunga yang kecil tersebut, bank harus pandai memilih pihak ketiga.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Pada umumnya pihak yang memberikan dana pada bank memiliki tuntutan untuk meminta bunga yang lebih tinggi. Tingginya suku bunga yang diinginkan oleh phak ketiga tersebut menyebabkan bank menjadi lebih kritis dalam hal suku bunga yang dibebankan kepada nasabahnya. Untuk mendapatkan pendapatan operasional yang besar, pastinya bank juga harus pandai mencari nasabah yang banyak dan bank bisa menekan biaya bunga yang lebih minim lagi.

Pendapatan operasional
Tanpa pendapatan operasional, bank tidak akan berjalan dengan baik. Pendapatan operasional ini akan digunakan untuk membiayai beberapa biaya operasional, meningkatkan kinerja bank dan juga untuk modal. Bank tidak boleh selamanya bergantung pada pihak ketiga.

Sekalipun banyak permohonan kredit, bank tetap harus selektif apalagi jika dana yang dimiliki bank tidak seberapa besar.

Pendapatan operasional yang didapatkan oleh bank terdiri dari semua pendapatan dari kegiatan operasional langsung yang benar-benar sudah diterima.

Pendapatan operasional tersebut bisa berupa hasil bunga, komisi dan provisi, pendapatan atas transaksi valuta asing dan juga pendapatan lainnya. Pendapatan hasil bunga yang didapatkan merupakan pendapatan utama yang didapatkan dari hasil penyaluran dana bank kepada nasabah, pendapatan penanaman modal bank kepada nasabah.

Pendapatan bunga bisa didapatkan tiap bulan ketika nasabah membayar kewajibannya kepada bank sedangkan pendapatan bunga dari penanaman-penanaman seperti giro, simpanan berjangka maupun obligasi, hal ini bisa didapatkan perbulan ataupun pertahun.

Bank juga mendapatkan pendapatan lain selain bunga, pendapatan tersebut dinamakan provisi dan komisi.

Provisi dan komisi ini didapatkan bank ketika bank memungutnya dari kegiatan yang dilakuan bank seperti provisi transfer, komisi pembelian maupun penjualan maupun provisi dan komisi lainnya yang diakui dan disetujui oleh bank. Bank juga bisa mendapatkan pendapatan lain dari transaksi valas yang dilakukannya. Pendapatan transaksi valas ini tidak termasuk kedalam rekening pendapatan deviden.

Beban Operasional
Bagaimana dengan beban operasional bank? Beban operasional bank merupakan semua beban yang dikeluarkan untuk membiayaan kegiatan usaha bank tersebut. Beban operasional meliputi beban bunga, beban kerugian komitmen dan kontijensi, beban penghapusan aktiva produktif dan juga beban lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha bank. Beban bunga merupakan beban yang dibayar oleh bank dan diberikan kepada deposan ataupun kepada nasabah yang menabung dan besarnya biaya bunga tersebut ditentukan oleh bank.

Selain membayar biaya bunga, bank juga bisa mengeluarkan beban penghapusan aktiva produktif, dalam hal ini bisa terjadi pasa piutang bank kepada nasabah yang tidak bisa ditagih lagi. Biya ini berupa penyusutan atupun amortisasi yang dinyatakan dalam nilai rupiah maupun valuta asing.

Aktiva produkti yang dimaksud adalah aktiva yang digunakan bank untuk mendapatkan pendapatan bank atau untuk melakukan kegiatan oeparasional.

Aktiva produktif yang bisa disusutkan tersebut diantaranya adalah kredit yang diberikan, surat berharga, penempatan dana antar bank, penyertaan dan lainnya. Sedangkan beban lain yang juga bisa dikeluarkan bank adalah beban administrasi dan beban umum, beban yang dikeluarkan untuk permi asurasi, beban sewa dan promosi, pajak dan juga beban lainnya yang tidak termasuk pada beban-beban diatas.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!